Padang (ANTARA) - Upaya mengaktifkan kembali kapal penumpang dari beberapa pelabuhan di Jawa menuju Teluk Banyur, Sumatera Barat menjadi solusi kemacetan jalur darat saat mudik dan balik Lebaran, kata Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat Heri Nofiardi,

"Setidaknya untuk melayani arus mudik dan balik pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Ini akan efektif untuk mengurangi kemacetan jalur darat," kata dia di Padang, Kamis.

Apalagi, katanya, saat ini harga tiket pesawat melambung cukup tinggi.

Dia menjelaskan saat ini Pelabuhan Teluk Bayur lebih fokus untuk angkutan barang, sedangkan untuk angkutan penumpang boleh dikatakan sudah jarang, bahkan tidak ada.

Terminal penumpang di pelabuhan yang dahulu bernama Emmahaven dan dibangun sejak zaman kolonial Belanda pada 1888 sampai 1893 itu, juga sudah tidak aktif lagi.

Heri menilai pemudik yang menghindari macet di jalur darat dan tidak sanggup menggunakan transportasi udara karena mahal akan lebih senang menggunakan transportasi kapal laut yang relatif cukup nyaman.

Tidak seperti bus atau mobil pribadi yang sempit, kata dia, kapal laut mempunyai ruang yang relatif lebih lapang sehingga pemudik bisa lebih santai sehingga tidak terlalu letih untuk sampai tujuan.

Apalagi, katanya, jalur laut dari Teluk Bayur ke pelabuhan di Jawa itu memiliki nilai sejarah tinggi.

Heri menyebut akan mencoba mengomunikasikan wacana mengaktifkan kembali jalur laut untuk angkutan penumpang itu, setidaknya untuk menjelang dan selesai Lebaran.

Di jalur darat, menurut Heri, peningkatan jumlah kendaraan yang masuk tidak sebanding lagi dengan daya tampung jalan, terutama pada arus mudik dan balik Lebaran.

Ia mengatakan banyak organisasi perantau Minang yang pulang bersama menggunakan ribuan kendaraan pribadi dan bus sehingga kemacetan menjadi hal yang tidak mungkin dihindari, terlebih di sepanjang jalur darat itu juga banyak titik-titik rawan seperti pasar tumpah.

Upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama pihak terkait, katanya, hanya bisa mengurangi kemacetan, tidak bisa benar-benar mengatasinya, sehingga aktivasi kembali jalur laut menjadi hal yang logis.
 

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2019