Pelaku UKM bantal karakter kewalahan ladeni pesanan jelang Lebaran

Ramadhan 2021: Istiqlal Mosque holds first tarawih prayers
Riski Fitria, pemilik UKM Galeri Azka menyelesaikan pembuatan bantal karakter di tempat usahanya, ruko Galeri Azka, Desa Sembon, Tulungagung, Kamis (23/5) (Ist)
Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pelaku UKM Galeri Azka, salah satu rumah industri kerajinan bantal karakter dan dompet di Desa Sembon, Tulungagung, Jawa Timur saat ini mengalami kewalahan meladeni pesanan suvernir untuk acara halal bihalal Lebaran ini.

Riski Fitria (25), pemilik UKM Galeri Azka, Jumat mengatakan, pesanan yang dia kerjakan saat ini datang dari berbagai kota di Jatim, seperti Blitar, Trenggalek, Pacitan, Kediri, Malang hingga Surabaya dan beberapa kota lain.

"Ada juga yang dikirim ke Kalimantan. Namun bukan kami yang kirim ke sana, tapi dibawa distributor atau pedagang yang mengambil dari Galeri Azka," kata Riska, demikian perempuan muda berhijab ini biasa dipanggil.

Selain menjual lewat jaringan pedagang atau distributornya, kata Riska, dirinya juga meladeni pesanan permintaan dari pelanggan langsung maupun via komunikasi media sosial.

"Ada yang pesan langsung karena sudah kenal dan punya kontaknya, dan banyak juga yang lewat pemesanan secara online, karena kami juga memasarkan produk Galeri Azka melalui Instagram dan facebook," katanya.

Banyak karakter yang dibuat di Galeri Azka punya banyak model.

Mulai bentuk bantal kecil, bantal leher hingga menyerupai boneka.

Ciri khas dari bantal karakter ada pada sarung bantal yang biasanya dihias dengan bermacam motif bordir, foto printing hingga karakter tokoh yang dikehendaki pemesan.

"Bantal karakter ini memungkinkan kain sarung banyaknya diberi foto wajah seseorang, keluarga, atau almamater dan sebagainya. Itu sebabnya permintaan bantal karakter untuk suvenir Lebaran saat ini paling banyak. Biasanya dibagikan saat acara halal bihalal," tutur Riska.

Produk bantal karakter di Galeri Azka tergolong murah. Per bijinya dipatok harga mulai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.

Relativitas harga itu bergantung bahan yang diinginkan, ukuran serta tingkat kesulitan pembuatan.

"Pemesan di Galeri Azka bebas. Tidak ada harus pedagang atau distributor, individu juga boleh tapi syaratnya pembelian minimal harus 10 buah ke atas," ujarnya.

Untuk menyelesaikan pesanan yang kini melimpah, Riska mengaku dibantu oleh 17 pekerja.

Sebagian besar mereka aktif mengerjakan tugas di ruko Galeri Azka yang terletak di Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, sebagian lagi dikerjakan di rumah masing-masing.

"Yang dikerjakan di rumah biasanya untuk jahit. Membuat pola lalu dijahit hingga membentuk sawal bantal setengah jadi. Baru penyelesaiannya di sini (Galeri Azka)," katanya.

Riska telah merintis usaha di sektor "home decor" atau handycraft berbahan dasar kain itu sejak 2011.

Dia memulainya sejak masih duduk di bangku kuliah di IAIN Tulungagung.

Waktu itu dia membuat kain banyak untuk memenuhi stok permintaan di salah satu pasar grosir di Surabaya.

Namun setelah berjalan beberapa tahun ia memilih keluar zona nyaman sebagai supplier dan memilih menekuni industri bantal karakter, dompet suvenir dan aneka handicraft yang terikat pada satu pedagang.

Uaaha Riksa dengan label paten Galeri Azka kini berkembang pesat. Pelanggannya luas, dan produk industri secara "hand made" miliknya kini banyak dilirik pelanggan maupun konsumen daring, berkat kualitas yang terus dijaga dengan semua bahan dan produk dikelola sendiri oleh tim Galeri Azka. 

Baca juga: Lebaran puncak panen bagi pelaku UMKM

Baca juga: Geliat UMKM jaring pundi rupiah di tol Trans Jawa

Menilik pembuatan guci dan celengan semen

Pewarta:
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2019