Untuk angkutan mudik, legislatif harapkan pemkab mengantisipasi

Government sets beginning of fasting on May 6
Kondisi transportasi laut di pelabuhan penyeberangan Tanjung Serdang, Kotabaru-Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selasan (FOTO ANTARA/ohi)
Kotabaru (ANTARA) - Legislator Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan mengimbau kepada pemerintah daerah melalui instansi terkait agar melakukan antisipasi terkait penyediaan angkutan mudik dan balik Lebaran 2019.

Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Muhammad Arif, Sabtu, di Kotabaru, mengatakan, meskipun perayaan Idul Fitri masih kurang sepekan lebih, namun mobilitas masyarakat sudah mulai terasa karena Lebaran 2019 ini bersamaan dengan musim liburan sekolah.

"Pemerintah melalui instansi terkait harus terus memantau dan peka terhadap situasi di masyarakat," katanya.

Menurutnya banyak hal yang harus dilakukan persiapan, mulai dari kesiapan infrastruktur jalan, terminal angkutan umum yang representatif, sarana pelabuhan, kelengkapan setiap moda transportasi seperti bus atau kapal.

"Semua itu harus dipastikan siap dan layak untuk difungsikan agar masyarakat yang akan melakukan perayaan Idul Fitri bersama sanak saudara di kampung halaman dapat terlaksana dengan aman dan selamat,"katanya.

Lebih lanjut politisi Partai PPP ini mengemukakan bahwa hal yang tidak kalah penting menjadi perhatian bagi pemerintah daerah adalah, koordinasi dengan para operator angkutan umum.

"Pemerintah harus tegas kepada para operator angkutan agar tidak 'memanfaatkan kesempatan' dengan menaikkan tarif semaunya," katanya.

Sebab,katanya, momentum seperti ini akan terjadi permintaan jasa angkutan yang meningkat, sementara ketersediaan armada masih tetap, sehingga akan terjadi persaingan calon penumpang dalam mendapatkan tempat duduk.

Akibatnya terjadi lonjakan harga yang tidak wajar bagi pengusaha angkutan nakal, untuk itu perlu pengawasan yang ketat oleh aparat dan instansi terkait

"Bersamaan itu, kita juga menghimbau kepada masyarakat khususnya calon penumpang agar tidak memaksakan keinginan sehingga pengusaha angkutan melakukan hal-hal di luar dari ketentuan," katanya.

Sebab,kata dia, bisa jadi pelanggaran itu terjadi seperti mengangkut penumpang melebihi dari batas yang dibolehkan, disebabkan desakan dari calon penumpangnya.

Karena itu, dingingatkan agar kesiapsiagaan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya dalam mengantisipasi angkutan Idul Fitri 2019 bagi masyarakat di Kotabaru harus benar-benar dilakukan agar semua berjalan lancar dan aman, demikian Muhammad Arif.

Baca juga: Arus mudik di Pelabuhan Batulicin, Kalsel, diprediksi naik 15 persen

Baca juga: Perantau di Kotabaru-Kalsel mulai kesulitan tiket mudik ke Jatim

Kemenhub priortitaskan keselamatan pemudik

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2019