BMKG: Gelombang laut Kepri pada H-7 Lebaran relatif normal

Government sets beginning of fasting on May 6
Transportasi laut saat melintasi perairan Kepri. (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjungpinang, Kepulauan Riau memprediksi kondisi gelombang di wilayah tersebut  pada H-7  Idul Fitri 1440 Hijriah relatif normal.

Menurut prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fikri, Minggu, ketinggian gelombang diprediksi berkisar antara 0.2 -1.3 meter. Untuk kecepatan angin  berkisar antara 5-20 Km/Jam.

"Cuaca masih relatif teduh dan kondusif," ujar Khalid Fikri.

Kendati demikian, lanjutnya, BMKG Stasiun Tanjungpinang juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan hitam pekat).

"Awan ini dapat menimbulkan cuaca buruk baik hujan, petir, dan angin kencang," jelas Fikri.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun mengingatkan seluruh operator kapal untuk selalu mewaspadai perubahan cuaca selama musim mudik Lebaran 2019.

"Pihak perusahaan pelayaran harus tetap berpedoman kepada petunjuk pelayaran dan mengutamakan keselamatan penumpang," pesannya.

Nurdin juga secara tegas meminta operator kapal untuk lebih mementingkan keselamatan penumpang, dengan tidak mengangkut penumpang yang melebihi kapasitas.

"Karena itu dapat mengancam keselamatan penumpang. Apabila kami temui di lapangan nanti. Siap-siap akan ada sanksi untuk perusahaan pelayaran yang bersangkutan," tegasnya.

Pemerintah Anggarkan Rp 7 Triliun untuk Alat Deteksi Bencana

Pewarta:
Editor: Muhammad Yusuf
Copyright © ANTARA 2019