Boyolali (ANTARA) - Puluhan siswa SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Kampung Ramadhan yang digelar di Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu.

Menurut Guru kelas V SD Muhammadiyah PK Surakarta, Andi Arfianto kegiatan Kampung Ramadhan di Boyolali tahun ini, diikuti  65 siswa kelas V dan berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (24/5) hingga Minggu.

Kegiatan yang mengambil tema "Menanamkan Nilai Kearifan Kemasyarakatan dalam Bingkai Kampung Ramadan" ini, merupakan salah satu bentuk implementasi model pembelajaran abad ke-21 kepada para siswanya.

Dia mengatakan bahwa prinsip pokok pembelajaran abad 21 tersebut berpusat pada siswa, bersifat kolaboratif, kontekstual, dan terintegrasi dengan masyarakat.

"Kami Ramadhan tahun ini, kegiatan dirancang supaya siswa bisa belajar langsung dengan masyarakat karena selama tiga hari mereka tinggal di rumah-rumah penduduk dan merasakan langsung dinamika kegiatan kemasyarakatan," katanya.

Menurut dia, pihaknya menggelar kegiatan Kampung Ramadhan bekerja sama dengan warga beserta Pondok Pesantren Manafiul Ulum Canden, Sambi, Boyolali. Rangkaian kegiatan meliputi, penyaluran beras zakat fitri, tinggal bersama orang tua asuh, orientasi lingkungan desa dan pondok pesantren, salat jamah di masjid, kerja bakti bersama warga, bakti sosial, dan pasar murah.

"Kami kegiatan ini, membagi siswa menjadi 14 kelompok yang terdiri dari 6 kelompok siswa putri dan 8 putra. Kegiatan ini melibatkan orang tua asuh yang membimbing siswa dalam kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan," katanya.

Bahkan, kata dia, kegiatan puncak acara Kampung Ramadhan digelar bakti sosial, pasar murah, dan pengobatan gratis di komplek Masjid Darussalam Desa Tegal Sari.

Para siswa dalam kegiatan pasar murah, ikut menjual pakaian pantas pakai dengan kisaran harga Rp1.000 hingga Rp5.000 per potong, serta 150 paket sembako yang berisi 1 liter minyak goreng, 2 kg beras, 2 kg gula, dan mie instan seharga Rp15.000 per paket.

Menurut dia, dari hasil penjualan paket sembako murah dan pakaian pantas pakai tersebut akan disumbangkan ke pondok pesantren, masjid, dan kas RT desa setempat.

Selain itu, pihaknya juga menggelar kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis, panitia melibatkan orang tua siswa kelas V yang berprofesi sebagai dokter, terdiri dari dua dokter spesialis penyakit dalam, seorang dokter spesialis anak, dan dua dokter umum.

Muhammad Afif Nurrahman salah satu siswa kelas V SD Muhammadiyah PK Surakarta mengaku merasa senang mengikuti kegiatan Kampung Ramadhan di Boyolali ini.

"Saya senang baru pertama ikut kegiatan kampung Ramadhan. Saya tinggal bersama orang tua asuh di desa selam tiga hari, dan merasakan suasana Ramadhan bersama warga di desa," kata Afif. ***3***



 

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Muhammad Yusuf
Copyright © ANTARA 2019