Pedagang peci musiman di Padang raup untung saat Ramadhan

Ramadhan 2021: Istiqlal Mosque holds first tarawih prayers
Pedagang peci musiman meraup untung cukup besar saat Ramadhan di Padang. (ANTARA/Laila)
Padang (ANTARA) - Pedagang peci musiman di Kota Padang, Sumatera Barat, meraih keuntungan signifikan selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah karena tingginya permintaan dari masyarakat.

“Saya jualan peci khusus di bulan Ramadhan saja, karena banyak permintaan. Biasanya saya jualan asongan,” kata salah seorang pedagang peci Azmar (61) yang berjualan di depan Masjid Taqwa di pasar Raya Padang, Minggu.

Menurutnya penjualan peci di bulan Ramadhan banyak diminati oleh para pembeli, sehingga ia merasa dengan berjualan peci di bulan Ramadhan dapat menambah pendapatannya.

Peci yang dijual tersebut dibeli di grosiran blok A dekat pasar Raya, kemudian dijual eceran di depan Masjid Taqwa.

Peci tersebut berasal dari Jawa dan beberapa juga berasal dari Bukittinggi dengan harga penjualan yang beragam mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000.

“Sejak awal Ramadhan penjualan peci cukup banyak, namun akhir-akahir ini kembali sedikit terkadang hanya terjual tiga sampai lima peci saja,” katanya.

Penjualan yang diperoleh per hari kira-kira Rp85.000 hingga Rp200.000, biasanya penjualan yang banyak di hari Minggu, katanya.

“Karena hari Minggu merupakan hari libur sehingga banyak pengunjung yang datang ke pasar Raya dan singgah di masjid Taqwa, setidaknya mereka tertarik juga untuk membeli peci,” katanya.

Biasanya di Ramadhan sebelumnya penjualan peci yang paling banyak saat malam takbiran mencapai Rp500.000, katanya.

Jika peci tersebut tidak terjual semuanya maka akan disimpan dan dijual lagi di bulan Ramadhan berikutnya dan setelah lebaran ia kembali berjualan asongan, sambungnya.

Sementara itu pedagang lainnya Rusli (40) juga merasakan hal yang sama penjualan peci meningkat di saat malam takbiran.

"Saya tidak menaikkan harga, malah ada yang saya jual seharga modal supaya habis terjual," sambungnya.
Pewarta:
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
Copyright © ANTARA 2019