Pemprov Sumsel siagakan 13 mobil derek antisipasi kendaraan mogok

Government sets beginning of fasting on May 6
Perbaikan Jalan Lintas Sumatera Palembang---batas Jambi, di KM 92, Desa Kandang Ayam, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Rabu (29/5).(Antara News Sumsel/Dolly Rosana/19)
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiagakan 13 unit mobil derek untuk mengantisipasi adanya kendaraan mohon yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar di wilayah Sumatera Selatan, Kamis, mengatakan, upaya ini juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang melintas di ruas jalan dalam kota Palembang.

"Unit mobil derek ini siaga, jika ada kejadian dapat langsung meluncur ke tempat kejadian sehingga tidak menyebabkan kemacetan yang lama," kata Nasrun.

Ia mengatakan unit mobil derek ini disiagakan di sejumlah kabupaten/kota yang dilewati Jalan Lintas Sumatera.

Seperti diketahui di seluruh Jalinsum terdapat posko mudik yang menjadi tempat pemudik mencari informasi dan beristirahat. Selain itu, unit alat berat dan mobil derek juga disiagakan di lokasi tersebut.

Ia mengatakan pada musim mudik angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan akan terjadi kepadatan jalur darat karena dampak dari masih tingginya tiket pesawat.

Pada H-10 sudah terjadi peningkatan hingga 10 persen, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga H-1.

"Kami ingatkan pemudik untuk berhati-hati karena sejumlah wilayah rawan longsor," kata dia.

Sementara itu, Jalan Lintas Sumatera sepanjang 16,67 kilometer di dalam Kota Palembang yang menjadi penghubung untuk ke provinsi lain telah siap dilalui pemudik Lebaran 2019.

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) III Kementerian PU/PR Sumsel Susan Novelia mengatakan pemerintah berupaya meningkatkan kenyamanan pengguna jalan selama mudik Lebaran dengan menutup ratusan lubang.

"Kami pastikan jalan mulus, tanpa lubang (zero potholes) sehingga masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman," kata dia.

Jalan dalam kota yang merupakan bagian dari Lintas Timur Sumatera itu meliputi Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara sepanjang 3,15 km dan Jalan Mayjen Yusuf Singadikane  sepanjang 5,2 km.

Menurutnya, jalan-jalan tersebut merupakan ruas yang biasa dilalui pengendara dari Lampung dan Palembang untuk menuju ke daerah di provinsi lain, seperti Jambi, Medan, Padang dan Riau.

Sementara itu PPK 3.1 Sumsel Arief Tria menambahkan timnya telah melakukan perbaikan jalan sebagai persiapan mudik Lebaran sejak April 2019.

Pengerjaan di wilayah di kawasan tersebut sangat menantang karena jalan yang diperbaiki ini merupakan jalur ramai kendaraan.

"Terpaksa pengerjaannya harus menyesuaikan pada jam-jam tertentu agar tidak mengganggu lalu lintas," kata dia.

Ia melanjutkan selain menjamin jalan dapat dilalui dengan nyaman, pemerintah juga telah menyiapkan posko siaga di Jalan Soekarno Hatta selama masa mudik Lebaran.

Di posko tersebut telah disiagakan alat-alat berat seperti dump truck, flat blade crane, tandem roller untuk mengatasi kerusakan jalan selama momen mudik Lebaran tersebut.

Baca juga: Sumut dirikan posko antisipasi longsor di jalur mudik Jalinsum
Baca juga: Jalur mudik berlubang di Jalinsum OKU ditambal sulam
Baca juga: Waspadai hewan lembu di jalur mudik jalan lintas Sumatera

Arus mudik malam Idul Adha, Tol Cipali padat

Pewarta:
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2019