Untuk Lebaran, Wali Kota Magelang berikan tali asih ratusan anak yatim

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito (berdiri) berbicara pada buka bersama anak-anak yatim piatu, santri, alim ulama, dan penderita thalasemia di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Jumat (31/5/2019). (FOTO ANTARA/Humas Pemkot Magelang)
Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang, Jawa Tengah, Sigit Widyonindito memberikan tali asih kepada 255 anak yatim, santri, alim ulama, hingga penderita thalasemia untuk mendukung mereka dalam merayakan Idul Fitri (Lebaran) 1440 Hirjiah dengan gembira.

"Janganlah dinilai dari besar kecilnya yang diterima, namun ini merupakan wujud kepedulian kita sebagai tanda tali asih agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri," katanya dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang di Magelang, Sabtu.

Pemberian santunan tersebut sebagai program rutin yang dilakukan Pemerintah Kota Magelang setiap menjelang Idul Fitri, sedangkan pada tahun ini, pemkot bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang, memberikan total santunan kepada mereka sekitar Rp82,5 juta.

Tali asih diberikan Wali Kota Sigit kepada mereka saat buka bersama di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Jumat (31/5) malam dengan dihadiri sejumlah pejabat di daerah itu.

Sebanyak 180 anak panti, santri, dan penderita talasemia, masing-masing menerima tali asih Rp250.000, sedangkan 75 alim ulama, masing-masing Rp500.000.

Pada kesempatan itu, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat karena telah menyukseskan berbagai program Pemkot Magelang, antara lain jam belajar masyarakat, pengembangan kampung organik, kampung antinarkoba, kota layak anak, dan penataan lingkungan.

Ia menyebut masyarakat mendukung upaya Pemkot Magelang mewujudkan visi daerah setempat sebagai kota jasa yang modern, cerdas, dan dilandasi masyarakat yang sejahtera serta religius.

Ia mengajak berbagai elemen masyarakat menjadikan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah sebagai kesempatan yang baik untuk memperkuat kebersamaan, saling membantu sesama, mewujudkan cita-cita bersama, dan menjaga suasana kondusif di daerah dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan itu.

"Ramadhan dan Idul Fitri memperkuat kebersamaan, tanpa membedakan suku, ras, agama, dan golongan," ujar dia.

Beberapa waktu sebelumnya, kalangan wartawan di Kota Magelang bekerja sama dengan Kepolisian Resor Magelang Kota juga menggelar buka bersama 150 anak penghuni Panti Sosial Kumuda dan Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Ganten Kota Magelang.

Kegiatan sosial itu rangkaian dari penyerahan bantuan sembako kepada Panti Sosial Kumuda, PAY Muhammadiyah (Kota Magelang), dan Pondok Pesantren Bandongan (Kabupaten Magelang), berupa 100 kilogram beras, 16 kilogram minyak goreng, 15 kilogram gula pasir, susu, teh, 10 Al Quran dan perlengkapan mandi.

Baca juga: Ada 'sedekah ketupat' di Magelang

Baca juga: Wali Kota: Pelayanan publik Kota Magelang tetap buka selama Lebaran

Paket sembako Polairud Polda Kepri untuk Suku Laut

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2019