Penerapan "One Way" diperpanjang sampai gerbang Tol Kali Kangkung

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Arus mudik di pintu Tol Cikampek Utama I. (ANTARA/Ali Khumaini)
Purwakarta (ANTARA) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama pihak kepolisian memperpanjang penerapan sistem one way dari Kilometer 69 jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Kilometer  414 Gerbang Tol Kali Kangkung.

Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga Irra Susiyanti menyatakan, atas diskresi kepolisian, maka diterapkan one way terpanjang di Jalan Tol Trans Jawa, yaitu mulai dari KM 69 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 414 Gerbang Tol Kali Kangkung. Sebelumnya, one way diterapkan sampai Kilometer 263 wilayah Brebes.

"One way terpanjang ini telah diterapkan pada Sabtu tadi, sejak pukul 11.30 WIB," katanya, dalam siaran pers yang diterima di Cikampek, Sabtu.

Sebelum "one way" dilaksanakan, terpantau antrean kendaraan dari ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tembus hingga GT Cikampek Utama yang mayoritas disebabkan oleh antrean di titik-titik jelang rest area.

Menurut dia, pemberlakuan "one way" diputuskan dengan terlebih dahulu dipastikan lajur sebaliknya (arah Jakarta) telah steril. Sehingga tidak ada pengguna jalan yang terjebak dalam perjalanan ke Jakarta.

Sementara itu, saat ini Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Palimanan masih terpantau padat di beberapa titik, terutama menjelang rest area.

Selain "one way", diberlakukan juga "contraflow" di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, yakni di titik awal Kilometer 34+800 sampai Kilometer 70 yang terintegrasi langsung dengan "one way" di KM 70 jalan Tol Cipali.

Atas penerapan sistem one way dan contra flow itu, pihak Jasa Marga mengimbau kendaraan bus dan non golongan I serta pengguna jalan jarak dekat untuk tetap menggunakan jalur normal. 


Baca juga: Hingga H-5 lebaran kendaraan lewati tol Cipali 353 ribu
Baca juga: Gerbang Kalikangkung dibuka maksimal saat pembelakuan "One Way"
 

Mayoritas pemudik Pulogebang tuju Jatim dan Sumatera

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
Copyright © ANTARA 2019