Angkutan berat diharapkan tidak beraktivitas hingga h+3 di Kalsel

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Angkutan berat lalu lalang menerobos jalan milik negara, Jalan A Yani di Kabupaten Balangan, baik siang maupun malam hari mengakibatkan jalur kiri dan kanan jalan kini rusak berat. DPRD Kalsel berharap angkutan berat tidak beroperasi selama arus mudik Lebaran.
Banjarmasin (ANTARA) - Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi perhubungan mengharapkan, agar angkutan berat tidak beraktivitas di jalan umum di Kalsel tersebut hingga hari keempat lebaran atau H+3 Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Penghentian sementara angkutan berat lewat jalan umum tersebut guna kelancaran angkutan lebaran 1440 H," ujar Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Supian HK SH sebelum acara sahur gubernur setempat bersama wartawan di Banjarmasin, Minggud.

Angkutan berat tersebut seperti mobil tronton pengangkut semen produk PT Conch Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Tabalong, Kalsel dan angkutan petikemas dengan tonase berat serta mobil pengangkut yang lebar dan panjang, ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, dan Kabupaten Tabalong tersebut.

Supian HK yang juga Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalsel itu, mengatakan, angkutan berat tersebut memakan hampir separo, bahkan bisa lebih seperdua badan jalan sehingga akan menganggu kelancaran lalu lintas.

Sementara tidak semua jalan di Kalsel lebar, tetapi masih terdapat ruas-ruas yang sempit atau hanya cukup untuk satu mobil dengan masing-masing satu arah, seperti Banjarmasin - daerah hulu sungai (Banua Anam), katanya.

Ia mengatakan, setiap menjelang lebaran arus lalu lintas Banjarmasin-Banua Anam selalu ramai karena akses itu menuju ke Kalimantan Timur (Kaltim), serta beberapa kabupaten di pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng).

Banua Anam Kalsel meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), HSU, Balangan, serta Kabupaten Tabalong yang berbatasan dengan wilayah Kaltim dan Kalteng.

Sebelumnya yaitu belasan tahun lalu angkutan umum (termasuk angkutan lebaran) Banjarmasin - Banua Anam atau sebaliknya terganggu dan sering mengalami kemacetan, karena armada angkutan batu bara yang menguasai hampir separo badan jalan umum.

Tetapi seiring adanya Peraturan Daerah (Perda) Kalsel yang melarang angkutan hasil pertambangan melintasi jalan umum dan harus membuat jalan khusus (sendiri), akhirnya angkutan umum menjadi lancar kembali.

 Baca juga: Jalan trans-Kalimantan memadai untuk angkutan mudik
Baca juga: Pemudik diimbau berhati-hati melintas jalan Trans Kalsel-Kaltim
Baca juga: Arus mudik Kalsel terpantau aman dan lancar

Dorong Pemda Fokus Ekonomi Peternakan

Pewarta:
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2019