PMI Bagikan Obat Pertolongan Pertama Untuk Pemudik

Government sets beginning of fasting on May 6
Relawan PMI membagikan paket personal first aid kit kepada pemudik di Pelabuhan Merak Banten yang hendak pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri 1440 H. (Foto: Humas PMI).
Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan paket obat pertolongan pertama (first aid kit) kepada sejumlah pemudik yang hendak melaksanakan mudik Lebaran ke kampung halamannya yang kebetulan berada di beberapa titik layanan posko PMI.

"Selain membuka posko layanan kesehatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2019, kami juga membagikan paket obat pertolongan pertama seperti minyak kayu putih, anti mabuk, pusing, plester penutup luka dan lain-lain kepada pemudik," kata Staf Divisi Kesehatan PMI Pusat Mahfud, melalui sambungan telepon Minggu.

Pemberian bantuan untuk para pemudik ini sebagai bentuk pelayanan PMI dan antisipasi apabila ada para pemudik yang membutuhkan obat saat dalam perjalanan dan mengalami keluhan penyakit.

Menurutnya, selama mudik tidak sedikit masyarakat yang mengalami ganguan umum kesehatan yang biasa terjadi pada saat dalam perjalanan seperti pusing, mual dan kelelahan atau bisa saja terluka dan mengalami pendarahan.

Maka dari itu, katanya, obat pertolongan pertama ini disediakan untuk pemudik dan siapapun boleh mendapatkannya tinggal mendatangi posko PMI yang ada di beberapa titik seperti terminal bus, stasiun kereta, lokasi yang rawan kecelakaan dan tempat rekreasi.

Selain itu, relawan PMI juga mengkampanyekan dan memeragakan layaknya pramugari tips mudik yang aman, nyaman dan sehat untuk membantu warga yang melakukan perjalanan dengan kereta api dan bus.

"Kami juga mengenalkan kepada pemudik dan masyarakat aplikasi pintar yang bisa diunduh secara gratis di Playstore yakni aplikasi pertolongan pertama (First Aid) PMI," tambahnya.

Mahfud mengatakan aplikasi ini sebagai panduan dan dapat membantu pengguna untuk mengenali serta untuk mengatasi beberapa permasalahan kesehatan selama mudik seperti kaki terkilir, tergigit serangga, demam, diare, tekanan darah tinggi, pencegahan cidera dan luka, keluhan penyakit menular maupun penyakit tidak menular lainnya. 

JK: Idealnya dua persen dari penduduk jadi pendonor darah

Pewarta:
Editor: Masnun
Copyright © ANTARA 2019