Pusat perbelanjaan MaRI Makassar disesaki pengunjung

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Sejumlah pengunjung memilah pakaian untuk dipakai berlebaran di lokasi pameran Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/6/2019). FOTO/HO/Tim Humas MaRI Makassar.
Makassar (ANTARA) - Menjelang Idul Fitri 1440 Hijriyah pusat perbelanjaan Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar, Sulawesi Selatan disesaki pengunjung untuk membeli keperluan Lebaran bahkan tenat mal setempat juga memberlakukan potongan harga atau diskon.

"Menjelang Lebaran, apalagi pekan terakhir seperti ini, jumlah pengunjung terus bertambah hingga mencapai dua kali lipat dari angka pengunjung pada hari-hari biasa," kata Operational Section Head Mal Ratu Indah, Uta Gobel di Makassar, Minggu.

Menurut dia, lonjakan pengunjung begitu terasa di tiga hari Lebaran. Antusias pengunjung begitu besar untuk memenuhi keinginan maupun kebutuhan di hari raya.

Berbagai promo menarik yang ditawarkan sejumlah tenant maupun pada pameran, menjadi daya tarik pengunjung untuk menyerbu MaRI Makassar.

"Jika dibandingkan dengan angka pengunjung dari tahun lalu dengan tahun ini, mengalamai kenaikan 30 persen khusus untuk visitor selama bulan Ramadhan, sedangkan untuk kendaraan naik 10 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Uta.

Data jumlah pengunjung dalam sepekan terakhir jelang Lebaran tercatat mencapai 59.500 orang per hari. Peningkatan itu dipicu banyaknya kegiatan yang digelar mulai kegiatan pameran maupun promo tenant di MaRI selama bulan Ramadhan.

Ia menambahkan, berbagai antisipasi telah disiapkan oleh pihak manajemen MaRI, dalam mengatasi dampak dari peningkatan jumlah pengunjung, dengan harapan bahwa keamanan dan kenyamanan tetap diperoleh atau dirasakan pengunjung meskipun situasi sangat padat.

"Tim sudah disebar dan memantau perkembangan, mulai dari personil keamanan, housekeeping. Mereka akan mengamati maupun diarahkan langsung anggota operasional yang tersebar di beberapa titik area," katanya.

Pihak manajemen MaRI juga berusaha memberikan pelayanan terbaik dan ekstra bagi semua pihak, baik itu pemilik tenant maupun pengunjung. Beberapa antisipasi dilakukan terhadap kejadiaan yang dianggap sering terjadi akibat dari lonjakan pengunjung.

Mulai dari penambahan personil keamanan yang berada di area, pemeriksaan lebih ditingkatkan, kebersihan toilet lebih dijaga, serta memastikan arus masuk dan keluar kendaraan lancar.

Selain itu, yang kerap terjadi pada saat situasi ramai dan padat pengunjung, yakni orang tua yang terpisah dengan anak mereka dan anak-anak yang sering menyalahgunakan fungsi dari eskalator, menganggapnya sebagai mainan.

Uta mengemukakan peningkatan pengunjung pekan terakhir jelang lebaran, diperkirakan masih akan terus bertambah hingga H+7 setelah Lebaran, dan akan kembali normal setelah libur usai pada 10 Mei 2019.

APPBI prediksi pusat perbelanjaan akan kembali pulih di kuartal tiga 2021

Pewarta:
Editor: Masnun
Copyright © ANTARA 2019