Pemkab Solok siagakan 160 petugas kesehatan selama Lebaran

Eid offers momentum to exercise self-control to prevent COVID-19
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kabupaten Solok Lida Attica Alfi. (ANTARA/Tri Asmaini)
Arosuka, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menyiagakan 160 petugas kesehatan di puskesmas dan RSUD setempat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa libur Lebaran 2019.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Lida Attica Alfi di Arosuka, Selasa, mengatakan petugas kesehatan yang disiagakan selama arus mudik dan balik Lebaran itu terdiri atas dokter, perawat, bidan, beserta sopir ambulans. Mereka bertugas secara bergantian setiap hari, selama 24 jam.

"Petugas kesehatan dibagi menjadi tiga sif, yaitu pagi, sore, dan malam, serta dalam satu sif rata-rata petugas piket minimal dua orang atau lebih," ujarnya.

Sebanyak 160 petugas kesehatan akan menjaga 18 puskesmas dan satu RSUD. Sebanyak sembilan di antara 18 puskesmas itu memberikan layanan rawat inap.

Setiap puskesmas dalam tiga sif ditugaskan sekitar enam orang atau lebih dengan pembagian tugas di IGD dan ruang perawatan.

"Petugas kesehatan juga siap apabila dibutuhkan oleh poskotis seperti untuk pemeriksaan narkoba maupun bantuan lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan petugas kesehatan disiagakan di puskesmas dan ikut bergabung di Pos Ketupat minimal dua orang setiap hari.

Untuk ambulans, kata dia, sebagian besar puskesmas sudah memiliki dua unit, beberapa puskesmas baru memiliki satu ambulans. Semua ambulans yang dimiliki berbagai puskesmas dan rumah sakit di daerah itu dalam kondisi siap dioperasikan selama Lebaran.

Dia menyebutkan setiap pemudik juga bisa memanfaatkan posko kesehatan untuk memeriksakan kesehatan secara gratis.

"Pemudik yang lelah atau sekadar memeriksa tekanan darah bisa memeriksakannya di posko kesehatan," ujarnya.

Dia mengimbau pengendara mobil untuk berhenti untuk istirahat setiap empat jam sekali, sedangkan pengendara sepeda motor istirahat setiap dua jam untuk menghindari lelah.

"Kalau berkendara saat lelah bisa mengantuk dan itu membahayakan diri sendiri dan orang lain," ujarnya.

Ia juga mengimbau pengendara untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan mudik sehingga terhindar dari kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan.
 

Geliat petani kopi milenial Solok Radjo yang mendunia

Pewarta:
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2019