Polisi terapkan lalulintas satu arah antisipasi kemacetan arus balik

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Sabtu (8/6/2019). ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin
Makassar (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan akan menerapkan sistem lalu lintas satu arah (one way traffic) untuk mengantisipasi kemacetan pada momen arus balik 1440 Hijriah.

"Sejumlah rekayasa jalan sudah kami buat dan salah satunya dengan menerapkan sistem satu arah," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Sabtu.

Ia mengatakan, rekayasa jalan telah dirancang oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) beserta seluruh Satuan Lalu Lintas Polres di 24 kabupaten dan kota di Sulsel.

Pada sistem itu, kata dia, polisi akan memprioritaskan pengendara yang berasal dari daerah menuju kota Makassar karena jumlah kendaraan jauh lebih padat dibanding dari arah berlawanan.

Ia menyatakan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu (8-9/6) sehingga perhatian dan penanganan untuk arus balik ini lebih menjadi prioritas.

"Anggota di lapangan tahu apa yang akan diperbuat, makanya ketika kendaraan yang mengarah ke kota lebih besar, karena itu rekayasa seperti satu arah biasa digunakan," katanya.

Kombes Dicky menjelaskan, sistem satu arah akan diberlakukan apabila terjadi kemacetan total. Bila situasi arus lalulintas lancar, maka akan digunakan lagi sistem traffic light untuk mengatur lalulintas.

Sistem ini akan diberlakukan karena keberadaan traffic light di Sulsel belum dapat mengurai kemacetan secara otomatis. Tentu keberadaan petugas Polri dan Dishub sangat berperan dalam mengatasi kemacetan.

"Kami mengimbau masyarakat yang akan balik ke kota Makassar jangan memaksa pada hari Minggu siang, karena akan terjadi kemacetan di Takalar, Gowa, Maros dan Pangkep. Lebih baik masyarakat berangkat lebih awal ke kota Makassar. Gunakan informasi lalulintas online yang ada di maps supaya tidak terjebak kemacetan," ucapnya.
Pewarta:
Editor: Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2019