Permintaan elpiji 3 kg di Sumut naik lima persen

Government sets beginning of fasting on May 6
‌Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo. (Antara Sumut/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Permintaan elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram di Sumatera Utara usai Lebaran meningkat rata-rata hingga lima persen dibandingkan hari normal.

‌Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo di Medan, Rabu, mengatakan ada permintaan elpiji 3 kg sebesar 403.360 tabung per hari selama pasca-Lebaran.

‌"Sejak 6 hingga 11 Juni, ada total 2,6 juta tabung elpiji yang disalurkan Pertamina" ujarnya.

‌Peningkatan permintaan diprediksi karena kebiasaan warga Sumut yang menjamu tamu saat Lebaran.

Meski meningkat, ujar Roby Hervindo, Pertamina bisa memenuhi permintaan karena selain stok memadai, pangkalan juga selalu siap siaga tetap melayani masyarakat meski hari libur.

"Sebelum Lebaran yakni 1 hingga 5 Juni, penyaluran juga banyak bahkan lebih tinggi atau sebesar 6 persen," katanya.

Peningkatan permintaan merata di kabupaten/kota seperti Kabupaten Serdangbedagai, Simalungun dan Labuhanbatu Selatan yang sempat dilanda isu kelangkaan.

Dia menyebutkan, Labuhanbatu mendapat tambahan penyaluran terbesar hingga 28 persen.

Sementara Serdangbegadai dan Simalungun mendapat tambahan 8 persen dibanding hari normal.

"Ketersediaan stok dan penambahan penyaluran juga untuk meredam aksi pengecer yang menaikkan harga elpiji," katanya.

Bahkan untuk menekan timbulnya isu kelangkaan yang dimanfaatkan pengecer, Satgas Pertamina MOR I melakukan inspeksi ke pangkalan.

Baca juga: Penggunaan gas industri Sumut meningkat saat Ramadhan

Pertamina tekankan usaha nonmikro gunakan Bright Gas

Pewarta:
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2019