Tokoh agama minta masyarakat terima keputusan MK

Government sets beginning of fasting on May 6
Pendeta Jhon Baransano (ANTARA/Musa Abubar)

Jayapura (ANTARA) - Pendeta Jhon Baransano, tokoh agama Kristen Protestan meminta kepada seluruh masyarakat agar menerima keputusan sengeketa pilpres yang akan diputusakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) secara legowo atau lapang dada

"Kami sebagai hamba Tuhan di tanah Papua kami meminta kepada semua umat, baik kepada mereka yang berpihak kepada calon presiden 01 pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf dan nomor urut dua Prabowo Subianto -Sandiaga Uno nomor mari terima keputusan yang akan diumumkan oleh MK," katanya

Ia juga mengajak masyarakat di daerahnya meninggalkan semua perbedaan. Percaturan politik di Indonesia sudah berjalan dengan aman dan tertib.

Lanjut dia, tidak perlu lagi masyarakat melakukan cara-cara yang tidak diinginkan secara bersama, tetapi mari menerima apapun yang diputuskan oleh lembaga negara yakni MK.

"Mari kita hargai keputusan dari MK yang akan diumumkan siapa yang menang, mari kita hargai keputusan itu sebagai keputusan bersama," katanya.

Pula baca: Moeldoko belum pastikan Jokowi hadir ke MK

Pula baca: Polda Metro siapkan rencana pengalihan arus kendaraan saat putusan MK

Pula baca: Jelang pengumuman hasil sengketa pilpres, IHSG melemah

Sebagai hamba Tuhan, kata dia, pihaknya mengimbau agar semua umat Tuhan menghargai keputusan yang akan diputuskan. Siapapun yang nantinya diputukan untuk menjadi presiden nanti, umat harus menerima itu dalam sebuah keputusan.

"Siapapun yang terpilih itu adalah kehendak Tuhan, sehingga dengan hati yang bersih dan lapang kita doakan yang terbaik yang Tuhan buat," katanya.

Ia menambahkan, suara rakyat itu suara Tuhan, ketika rakyat memilih dan menentukan satu pilihan dan naik menjadi presiden maka itu adalah suara Tuhan untuk itu rakyat harus harus menerima.

MK menjadwalkan akan membacakan keputusan terkait gugatan sengketa pilpres yang diajukan oleh pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi pada Kamis (27/6).

DPR Hormati Putusan Pemerintah Membubarkan HTI

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019