Helikopter Mil Mi-17 diperkirakan berada di punggung Gunung Aprok

Government sets beginning of fasting on May 6
Susana tim SAR gabungan yang sementara bersiap berangkat dari Sentani, Jayapura ke Oksibil. ANTARA/Musa Abubar/am.
Sentani, Jayapura (ANTARA) - Helikopter Mil Mi-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Jumat (28/6) pukul 11.44 WIT diperkirakan ada di punggung Gunung Aprok, Distrik Oksop.

"Tim SAR darat sedang mendaki Gunung Aprok dan Gunung Mol. Diperkirakan heli ada di balik gunung itu, yakni Gunung Aprok karena bunyi gemuruhnya ada di belakang gunung itu," kata Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letnan Kolonel Infantri Chandra Dianto, ketika dikonfirmasi dari Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu.

Hal tersebut didasarkan dari keterangan warga setempat yang sempat mendengar suara gemuruh.

Baca juga: 35 anggota SAR gabungan menuju Oksibil cari helikopter MI 17

Baca juga: Lima armada udara dikerahkan melakukan pencarian heli MI-17


Menurut dia, Tim SAR Darat menghadapi kondisi geografis yang tidak mudah karena warga setempat tidak pernah masuk ke lokasi tersebut.

"Gunung Aprok disakralkan oleh masyarakat adat setempat. Tadi sudah dilakukan ritual supaya tim bisa masuk," katanya.

Lokasi Gunung Aprok berdekatan dengan Gunung Tangok, lokasi jatuhnya pesawat Trigana pada 16 Agustus 2015.

Baca juga: TNI lanjutkan pencarian heli hilang dengan helly bell dan CN235 esok

Baca juga: TNI akan kembali lakukan pencarian helikopter hilang Minggu pagi


Tim SAR darat, kata dia, diyakini bisa segera mencapai punggung Gunung Aprok karena mereka juga melibatkan warga setempat.

"Hitungan warga setempat pada pukul 08.00 WIT dari Kampung Mimin, tim tadi berangkat subuh, mungkin sore ini sudah tiba di balik gunung," katanya.

Selain itu, Chandra menyebutkan bahwa 25 personel tim SAR gabungan yang diberangkatkan dari Jayapura sudah tiba di Oksibil, Pegunungan Bintang, dan segera bergabung dengan tim yang telah berada di Gunung Aprok.

Helikopter Mil Mi-17 milik Pusat Penerbangan TNI AD hilang kontak sesaat setelah  lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Helikopter itu akan menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh awak dan lima personel Batalion Infantri 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos," ujar Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infantri Muhammad Aidi.

Baca juga: Kodim 1702/Jayawijaya dikerahkan bantu cari heli hilang kontak

Baca juga: Masyarakat laporkan helikopter berputar diatas gunung Mol


Helikopter tersebut tengah melakukan misi pengiriman logistik ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nujini Markas Besar TNI, di Distrik Okbibab.

Bertolak dari Distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar.

"Pada pukul 11.44 WIT helikopter Mil Mi-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai perkiraan waktu seharusnya helikopter Mil Mi-17 itu mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT namun sampai saat ini belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan helikopter itu," kata Aidi.

TNI AU kirim pesawat dengan kamera pendeteksi panas

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019