Latma Kekar Malindo-43AB/2019 di tutup

Government sets beginning of fasting on May 6
Foto bersama pada acara penutupan Latihan Bersama Kekar Malindo-43AB tahun 2019, antara TNI AD dengan Tentera Darat Malaysia, di pantai Pasir Panjang Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis. (ANTARA/Rudi)
Pontianak (ANTARA) - Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab dan Panglima 1 Divisyen Tentera Darat Malaysia, Mayor Jenderal Dato Muhamad Din bin Hj Abu resmi menutup Latihan Bersama (Latma) Kekar Malindo-43AB/2019, antara TNI AD dengan Tentera Darat Malaysia di pantai Pasir Panjang Singkawang, Rabu.

"Tujuan dari latihan bersama ini, antara lain, pertama, bagaimana kita menjalin kebersamaan dan sinergitas antara TNI AD dengan Tentera Darat Malaysia khususnya di perbatasan," kata Asaribab, di Singkawang, Kamis.

Sehingga, mereka bisa saling kenal dan dapat mempermudah TNI AD dan Tentera Darat Malaysia dalam melaksanakan tugas.

Kedua, SOP dalam melakukan pengamanan juga diuji. Supaya dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan bisa bersinergis dalam melaksanakan tugas di perbatasan.

Para prajurit baik TNI AD maupun Tentera Darat Malaysia bisa profesional dalam melaksanakan taktik, baik latihan tehnik dan taktis dalam melaksanakan tugas di wilayah perbatasan.

Juga baca: TNI AD dan TDM gelar Kekar Malindo-43AB/2019

"Jadi ini yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan Latma Kekar Malindo, yang intinya bagaimana kita menjalin silaturahhim dengan saudara-saudara kita di Malaysia. Sehingga apapun yang terjadi bisa kita selesaikan bersama," ujarnya.

Menurutnya, latihan bersama seperti ini perlu dilakukan secara terus menerus, dikembangkan dan ditingkatkan agar terwujud keterpaduan prosedur, taktik, teknik dinamika patroli dalam operasi terkoordinasi Malindo untuk mengatasi permasalahan keamanan di sepanjang kawasan perbatasan RI-Malaysia.

Ditegaskan dia, para prajurit yang terlibat dalam latihan bersama ini, agar senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan prajurit TDM, melaksanakan tugas dengan menjunjung tinggi kehormatan sebagai dasar, sehingga sasaran latihan dapat dicapai sesuai yang diharapkan, dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan baik personel maupun materiil.

"Jadikan Latma ini sebagai simbol kebersamaan dan sarana untuk meningkatkan persahabatan antara TNI AD dan TDM dalam menjaga kedaulatan negara yang berbatasan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama,  Muhamad Din mengatakan, selain merupakan ajang silaturahmi, latihan bersama ini juga setidaknya dapat saling bertukar ilmu khususnya dalam taktik peperangan. "Tahun depan akan kita rancang lagi kegiatan seperti ini supaya hubungan antara TNI AD maupun Tentera Darat Malaysia bisa semakin erat," katanya.

Diketahui, Latihan Bersama Kekar Malindo-43AB tahun 2019, antara TNI AD dengan Tentera Darat Malaysia ini sudah berlangsung selama 12 hari di Kota Singkawang kemarin.

Total prajurit TNI AD dan TDM yang terlibat dalam Latma ini adalah sebanyak 120 personel. Adapun materi latihan yang akan dilaksanakan yaitu latihan simulasi tempur, latihan patroli keamanan dan latihan serangan pemukiman.

Sementara Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, yang turut hadir pada acara penutupan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangdam XII/TPR dan Panglima 1 Divisi Tentera Darat Malaysia yang telah menjadikan Kota Singkawang sebagai tempat latihan bersama ini.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat menambah tingkat keamanan di Kota Singkawang," katanya.

Dia juga bersyukur, karena selama latihan bersama di Singkawang dapat berjalan secara baik, aman, lancar dan sukses. "Kepada TDM juga diharapkan dapat kembali dengan selamat sampai ke negara tujuan," ujarnya.

4 Kapal Perang Latihan Laut di Perairan Alki II

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019