ANTARA - Istilah “super flu” yang belakangan ramai diperbincangkan publik bukan lah istilah medis. Ikatan Dokter Indonesia atau IDI menegaskan istilah tersebut merupakan sebutan populer di masyarakat, untuk virus Influenza A H3N2 Subclade K.

Di dalam negeri, temuan terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

Sedangkan secara global, peningkatan kasus Influenza A H3N2 mulai terpantau di Amerika Serikat sejak akhir September 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Namun terdapat kekhawatiran bahwa super flu yang bersifat seperti COVID-19. IDI pun meluruskan meski keduanya sama-sama disebabkan oleh virus, tetapi keduanya berasal dari golongan yang berbeda. Apa ya perbedaan dari COVID-19? Selengkapnya dalam PerANTARA! (Roy Rosa Bachtiar/Cahya Sari/Keysha Anissa/Syahrudin/Satrio Giri Marwanto/Farah Khadija)