ANTARA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Kepulauan Riau memastikan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari kapal Mutiara Garlib Samudera yang karam di Perairan Teluk Jodoh, Pulau Dangas telah diangkut 75 persen. Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam, IP, pada rapat dengar pendapat di Komisi III DPRD Kepri, Rabu (4/2), mengatakan limbah yang sudah diangkut jumlahnya kurang lebih mencapai 90 ton dari total 120 ton limbah yang tumpah. (Angiela Chantiequ/Arif Prada/Rijalul Vikry)