Cegah COVID-19, Pemkot Depok gelar Kajian Ramadhan Virtual

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Warga melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di Masjid An-Nur, Abadi Jaya, Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.
Depok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat menggelar program Kajian Ramadhan Virtual selama Bulan Puasa sehingga tidak menghadirkan secara langsung banyak orang dan mencegah penyebaran virus corona baru (COVID-19).

"Ini sejalan dengan imbauan yang telah dikeluarkan agar kegiatan peribadatan untuk sementara dilaksanakan dari rumah demi mencegah penyebaran virus corona," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Pemkot Depok Eka Firdaus di Depok, Minggu.

Selama Bulan Suci Ramadhan, pihaknya tidak mengadakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tetapi, kata dia, kegiatan tersebut diganti dengan Kajian Ramadhan Virtual.

Ia menyebut ada 15 tokoh agama yang akan memberikan tausiyah secara bergantian menjelang buka puasa dalam agenda Kajian Ramadhan Virtual tersebut.

Baca juga: Masyarakat diimbau Shalat Tarawih di rumah

Ia mengatakan tausiyah rencananya disampaikan melalui channel Youtube milik Wali Kota Depok Mohammad Idris. Sebelum ditayangkan tautan (link) tausiyah akan disebar melalui media sosial.

"Kita berharap seluruh masyarakat Depok bisa menontonnya," ujarnya.

Eka menyebut tema ceramah yang disampaikan masing-masing tokoh agama berbeda. Namun tetap menekankan nilai-nilai kesabaran dalam menghadapi kasus COVID-19 selama Ramadhan.

"Karena Kajian Ramadhan Virtual baru perdana kami lakukan, mudah-mudahan seluruh masyarakat dapat menonton tayangan ini. Program ini merupakan bentuk perhatian kami untuk masyarakat selama menjalani Bulan Puasa," kata dia.

Baca juga: Quraish Shihab: Nabi pernah Shalat Tarawih hanya tiga malam di masjid
Baca juga: Imam Besar Istiqlal imbau muslim kerjakan amaliah Ramadhan di rumah

Kemenkes & Pemkot Depok terus pantau penyebaran hepatitis A

Pewarta:
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2020