Ide agar opor dan gulai saat Lebaran lebih menyehatkan

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Ilustrasi opor ayam, salah satu hidangan khas Lebaran (ist)
Jakarta (ANTARA) - Menu Lebaran sebagian orang identik dengan hidangan semisal opor ayam dan gulai. Anda bisa membuatnya lebih sehat, yakni mengganti salah satu komponen dalam hidangan itu. Apa alternatifnya?

Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Dr. Tirta Prawita Sari mengatakan opor ayam dan gulai biasanya mengandung santan dan Anda bisa mengganti santan dengan susu cair, yoghurt atau produk lainnya. Hal sama juga bisa Anda terapkan pada menu rendang.

Selain itu, Anda bisa mengurangi asupan garam atau menggunakan garam diet. Untuk hidangan ayam, buang kulit ayamnya.

"Jika masih gunakan santan, pisahkan santan. Beri satu atau dua sendok makan ke dalam piring sebelum makan," ungkap Tirta dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat.

Baca juga: Makan berlebihan saat Lebaran bisa bikin kelelahan hingga insomnia

Baca juga: Tips tetap sehat saat banyak hidangan Lebaran


Tirta yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta itu merekomendasikan hidangan lain sebagai teman ketupat Lebaran, yakni sayur labu atau pepaya namun tak menggunakan santan, tetapi diganti seperti halnya rendang dan opor.

Bagi yang ingin menghidangkan menu sambal goreng kentang, bisa memanggang kentangnya alih-alih menggorengnya,

Kemudian, untuk hidangan ketupat atau lontong, Anda bisa mengganti berasnya dengan beras merah.

Tirta mengingatkan Anda, makanlah saat lapar datang dan berhentilah bila lapar sudah tidak terasa, jangan letakkan toples kue di depan Anda tetapi simpan di lemari, kunyah perlahan untuk memberi waktu kepada tubuh mencernanya.

"Untuk kue lebaran, disimpan di lemari, keluarkan dalam toples kecil. Ambil secukupnya. Maksimal 3 jenis kukis dan 1 buah per hari," menurut Tirta.

Selain itu, pastikan mengkonsumsi sayuran dan buah masing-masing minimal tiga porsi per hari, tetap aktif bergerak.

"Maafkan dirimu jika melakukan kesalahan dalam mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan berjanji hanya akan mengonsumsi makanan pada hari itu saja," kata Tirta.

Terakhir, Lebaran hanya satu hari yaitu pada 1 Syawal saja, sehingga memasak menu Lebaran secukupnya agar habis dalam satu hari dan jangan berlebihan.

Baca juga: Langkah-langkah berlebaran tetap sehat di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Sarapan, tips agar tak kalap makan saat Lebaran

Baca juga: Tips tetap sehat setelah Lebaran


 

Hoaks atau Benar : Dari isu karyawan BUMN U-45 wajib ngantor sampai mitos kolesterol saat lebaran

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020