Jakarta (ANTARA) - Jelang helatan utamanya di tanggal 22-23 April, Ramadhan Jazz Festival (RJF) hadir dengan praacara (pre-event) untuk menemani ngabuburit warga Jakarta, yang digelar di Taman Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/4).

Praacara yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan RI, Ramadhan di Jakarta, Jakarta Experience Board dan Remaja Islam Masjid Cut Meutia Jakarta ini digelar secara gratis.

Baca juga: Barry-Idang meriahkan Ramadhan Jazz Festival 2016

Acara sore ini dibuka dengan penampilan Risty Tagor yang membawakan sejumlah lagu termasuk lagu terbarunya, "Rindu Suara Azan" yang rilis awal April.
 
Penampilan Risty Tagor dalam praacara Ramadhan Jazz Festival di Taman Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2022). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


"Semoga event utama Ramadhan Jazz Festival nanti sukses, lancar tanpa halangan, dan yang penting timnya kompak. Dan semoga kita bisa bertemu di Ramadan selanjutnya," kata Risty usai tampil di atas panggung.

Panggung praacara RJF lalu diisi dengan penampilan solois pria Mark Natama. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol tersebut membawakan tiga lagu yaitu "Menghujam Jantungku" milik Tompi, disusul dengan single keduanya "Terluka Menginginkanmu".
 
Penampilan Mark Natama dalam praacara Ramadhan Jazz Festival di Taman Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2022). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


​​​​​"Lagu ini menceritakan aku yang gagal move on karena pacaran beda agama. Setelah itu bersama kakak-kakakku, Laleilmanino (Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim, dan Anindyo Baskoro) membuat lagu ini," kata Mark.

​​​​​Ia kemudian menutup penampilannya dengan single pertamanya, "Jago Cemburu", yang sukses membuat penonton bergoyang.

Solois pria lainnya, Diffa Chandra, kemudian ikut melanjutkan kemeriahan panggung praacara RJF kali ini. Merayakan bulan puasa, Diffa membawakan versinya dari lagu "Ramadhan Tiba" dari Opick, disusul dengan "Hati-hati di Jalan" yang merupakan salah lagu terbaru dari Tulus.
 
Penampilan Diffa Chandra dalam praacara Ramadhan Jazz Festival di Taman Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2022). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


Selanjutnya, penampilannya ditutup dengan single pertama dari Diffa yaitu "Wahai Aku".

Matahari kian tenggelam, namun penonton masih semangat menantikan penampilan selanjutnya dari solois wanita Sivia Azizah.

Sivia tampil dengan band dan membawakan sebanyak tiga lagu termasuk "Are You My Valentine" dan "Serene" yang diambil dari EP-nya di tahun 2021, "Camellia".

"Penampilanku hari ini bisa dibilang adalah pemanasan sebelum tampil di main event-nya Ramadhan Jazz Festival di tanggal 22-23 April nanti," kata Sivia.
 
Penampilan Sivia Azizah dalam praacara Ramadhan Jazz Festival di Taman Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2022). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


Penyanyi jebolan grup idola BLINK tersebut kemudian mengajak penonton untuk berdansa lewat lagunya yang enerjik, "Love Spells".

Langit kian berganti warna menjadi jingga, semakin cocok dengan petikan senar gitar serta alunan suara dari solois pria Nadhif Basalamah.

Nadhif sukses membawa penonton menikmati kisah dari lagu-lagu Nadhif yaitu "Spaces", "Letting Go", "to be with me", dan "After School Sad Session" yang merupakan salah satu lagu tema di film "Teman Tapi Menikah 2" (2020).
 
Penampilan Nadhif Basalamah dalam praacara Ramadhan Jazz Festival di Taman Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2022). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


Konser mini praacara Ramadhan Jazz Festival kali ini kemudian ditutup dengan penampilan solois pria Teddy Adhitya.

"Nanti gue bakal full band di tanggal 22 nanti, jangan lupa datang, ya!" kata Teddy usai membawakan lagu-lagunya termasuk "Langit Favoritku" dan "Wonderland".

Sementara itu, puncak acara Ramadhan Jazz Festival akan dihelat 22-23 April di pelataran Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca juga: Masjid Cut Meutia kembali gelar Ramadhan Jazz Festival pekan ini

Baca juga: Dubes AS ternyata penonton setia Ramadhan Jazz Festival

Baca juga: Andre Hehanusa bawakan tiga lagu nostalgia di Ramadhan Jazz Festival

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022