Kabupaten Agam (ANTARA) - Bupati Agam, Sumatera Barat (Sumbar) Benni Warlis mengatakan akan mengoptimalkan gotong royong bersama masyarakat untuk membersihkan material sisa-sisa banjir bandang dan tanah longsor menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

"Sekarang itu kita memaksimalkan gotong royong di setiap nagari yang terdampak bencana agar masyarakat bisa dengan tenang melaksanakan ibadah," kata Benni Warlis di Kabupaten Agam, Rabu.

Khusus permukiman atau rumah warga yang masih tertimbun material lumpur, batu-batuan dan kayu gelondongan, pemerintah daerah akan mengerahkan alat berat seperti ekskavator agar pembersihan bisa lebih cepat dan efektif.

"Warga yang membutuhkan alat berat akan kita kerahkan supaya pembersihan lebih cepat dilakukan," ujar Benni Warlis.

Bupati menargetkan seluruh penyintas banjir bandang baik di Kecamatan Palembayan maupun di Kecamatan Malalak sudah menempati hunian sementara (huntara) menjelang puasa.

"Target kita seluruh penyintas banjir bandang ini sudah berada di huntara menjelang Ramadhan agar mereka bisa dengan aman dan tenang melaksanakan ibadah puasa," ujar Benni Warlis.

Di saat bersamaan pemerintah daerah juga mengebut pembersihan dan memperbaiki masjid dan musala yang terdampak bencana khususnya yang masih memungkinkan untuk digunakan, dan berada dalam zona hijau.

Sementara, rumah ibadah yang rusak parah serta berada di zona merah atau tidak memungkinkan lagi untuk digunakan, pemerintah memastikan tidak akan menggunakan sebagai sarana ibadah selama bulan suci Ramadhan.

"Ada satu masjid di daerah Sungai Batang yang terdampak cukup parah dan itu tidak memungkinkan lagi untuk digunakan," ujar bupati.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan akan memprioritaskan perbaikan dan pemulihan akses air bersih di lokasi-lokasi terdampak bencana Sumatera menjelang masuknya bulan suci Ramadhan.

"Ada dua fokus kita menjelang bulan suci Ramadhan yaitu memastikan arus logistik tidak terputus dan yang kedua layanan air bersih," kata Menteri Dody Hanggodo.

Perbaikan dan pemenuhan layanan air bersih menjadi aspek prioritas mengingat kurang dari satu bulan ke depan Muslim akan melaksanakan ibadah puasa. Pemerintah melalui kementerian terkait terus berusaha memastikan kebutuhan air bersih pulih 100 persen menjelang Ramadhan.

Saat ini, sambung dia, Kementerian Pekerjaan Umum terus mendata dimana saja masjid atau musala yang masih terkendala akses air bersih setelah dua bulan terdampak bencana banjir bandang.

Baca juga: Bantuan 1,2 juta PIN E-Learning sangat membantu pelajar Aceh

Baca juga: Polri salurkan bantuan Al Quran kepada pesantren terdampak banjir

Baca juga: 79 siswa SDN 14 Labuah Agam gembira belajar di shelter 

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026