Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 889 siswa SMPN 182 Jakarta membawa pulang makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan untuk dinikmati di rumah ataupun saat berbuka puasa.

"Harus dibawa pulang. Justru kalau dimakan di sekolah saya nggak boleh karena puasa," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMPN 182 Jakarta Narwan kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan distribusi MBG selama Ramadhan sama seperti biasanya, yang membedakan hanya jenis makanan yang disajikan kering.

Makanan itu berupa ubi rebus, keripik tempe, susu kotak 125 mililiter (ml) dan kurma.

"Yang jelas, makanan itu, ya, normatif lah, makanan yang mungkin anak-anak harapannya mau menikmati," ujar Narwan.

Terkait keluhan, pihaknya mengatakan terdapat beberapa, namun semua kembali lagi pada selera masing-masing.

Pihaknya pun masih menunggu perihal pengantaran MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalibata ke sekolah selama Ramadhan dilakukan selama dua atau tiga hari.

"Kalau makanan basah kan setiap hari rutin, tapi kalau makanan kering kan bisa dirapel dua hari sekali," tutur Narwan.

Baca juga: Pramono sebut MBG turunkan stunting dan angka kemiskinan di Jakarta

Seperti diketahui, distribusi MBG baru dimulai kembali pada 23 Februari 2026. Selama Ramadhan, distribusi MBG menyesuaikan hari masuk siswa-siswi.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memaparkan skema khusus pendistribusian MBG selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah dan cuti bersama Lebaran, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pada 18-24 Maret 2026, tidak dilakukan penyaluran MBG bagi seluruh sasaran penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik. Sebagai penggantinya, distribusi dilakukan lebih awal.

Paket bundling merupakan penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus. Kendati demikian, BGN tetap menekankan batas maksimal makanan yang telah diterima hanya bertahan untuk tiga hari.

BGN juga memastikan pelayanan program pemenuhan gizi nasional melalui MBG tetap berjalan selama Ramadhan. Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6–59 bulan, pelayanan MBG tetap berjalan penuh selama periode tersebut. 

Baca juga: DKI teken kerja sama dengan Badan Gizi Nasional terkait MBG 

Baca juga: Sebanyak 43.973 siswa di Jaksel rasakan manfaat program MBG

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026