Jakarta (ANTARA) - Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin Iskandar menyalurkan bantuan kepada sejumlah duafa dan lansia di Yayasan At Taubah, Karawang, Jawa Barat, untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Menurut dia, Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperbanyak kepedulian kepada sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.

"Ramadhan mengajarkan kita untuk tidak hanya meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga memperluas kepedulian sosial. Kami ingin memastikan bahwa para duafa dan lansia juga merasakan kebahagiaan maupun keberkahan di bulan suci ini," ujar Rustini dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Istri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar itu mengatakan memberikan perhatian kepada kelompok rentan harus terus diperkuat karena mereka adalah bagian penting dari kehidupan sosial yang tidak boleh dilupakan.

"Sering kali kita sibuk dengan urusan masing-masing, padahal di sekitar kita masih banyak saudara yang membutuhkan. Tali asih ini mungkin tidak besar nilainya, tetapi kami berharap dapat menjadi tanda kasih bahwa mereka tidak sendiri," katanya.

Oleh sebab itu, dia berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menghadirkan kasih sayang dan kebermanfaatan bagi sesama.

"Kami ingin Ramadhan ini menjadi Ramadhan yang penuh makna. Ketika kita mampu berbagi, sekecil apa pun itu, di situlah keberkahan akan hadir untuk kita semua," ujarnya.

Sementara itu, Rustini mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para perempuan Indonesia, untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong sebagai kekuatan sosial bangsa.

"Perempuan memiliki kekuatan besar dalam menebarkan empati dan kepedulian. Dari keluarga hingga lingkungan terdekat, kita bisa memulai gerakan kecil yang menghadirkan kebaikan bagi banyak orang," katanya.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026