Pengawasan takjil di Gorontalo dilakukan BPOM selama Ramadhan

Government sets beginning of fasting on May 6
Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan uji laboratorium sampel makanan dan minuman dari pedagang takjil di kompleks Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (10/5/2019) untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual tidak mengandung bahan berbahaya dan layak konsumsi. (FOTO ANTARA/Adiwinata Solihin)
Gorontalo (ANTARA) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo selama bulan Ramadhan melakukan pengawasan pangan takjil untuk menu buka puasa di sekitar Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Kota Gorontalo.

"Kita melakukan pengujian sampel dan dari 37 sampel makanan dan minuman yang di uji coba, semuanya bersih tanpa menggunakan bahan berbahaya," kata Kepala BPOM Provinsi Gorontalo Yudi Noviandi, Jumat, di Gorontalo.

Ia menjelaskan jika takjil yang diperiksa saat ini masih aman dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin dan zat berbahaya lainnya seperti rhodamin B.

"Alhamdulillah masyarakat bisa menikmati takjil di sekitar UNG dengan aman dan nyaman bahwa yang dikonsumsi baik untuk kesehatan," katanya.

Sementara itu, sejumlah pedagang yang makanannya diambil uji sampel mengaku jika tidak keberatan dan memberikan keterangan serta penjelasan mulai dari bahan yang digunakan hingga cara pembuatan secara jujur dan terbuka.

Baca juga: Bupati Gorontalo izinkan pedagang takjil di bawah Menara Pakaya

Baca juga: Siswa di Gorontalo rayakan kelulusan bagi takjil

BPOM ajari anak pilih produk kemasan yang aman

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2019