"Misalnya, ada sekitar enam hingga tujuh provinsi di Indonesia yang surplus beras. Itu harus dipikirkan soal gudang dan bagaimana mendistribusikan secara efisien ke daerah yang kekurangan," katanya.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus menjaga distribusi barang komoditas pangan selama Ramadhan dan Lebaran 2019 agar tidak terjadi gangguan pasokan yang bisa mengganggu kestabilan harga di tingkat konsumen maupun produsen.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, mengatakan upaya tersebut juga dilakukan agar inflasi tetap terjaga.

Menurut dia, berbagai hal yang dapat dilakukan adalah membangun gudang di daerah yang mengalami surplus bahan makanan, seperti beras, dan memastikan tidak ada daerah yang masih mengalami defisit pangan.

"Misalnya, ada sekitar enam hingga tujuh provinsi di Indonesia yang surplus beras. Itu harus dipikirkan soal gudang dan bagaimana mendistribusikan secara efisien ke daerah yang kekurangan," katanya.

Selain itu, upaya lainnya adalah memanfaatkan produk olahan yang mampu bertahan dalam jangka waktu lebih panjang sebagai alternatif seperti cabai dan bawang.

"Misal dari cabai segar ke cabai bubuk atau bentuk olahan lainnya. Itu bisa menjadi rencana jangka panjang, karena musim hujan kita juga tidak menentu," kata Musdhalifah.

Dalam periode ini, ia menambahkan, biasanya terdapat peningkatan konsumsi komoditas pangan tertentu seperti telur ayam ras, daging maupun cabai hingga 10 hingga 20 persen.

Untuk itu, Musdhalifah meyakinkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, serta Satgas Pangan untuk memastikan kestabilan harga.

"Kami akan terus membangun komunikasi yang terbuka, menyempurnakan data dan membangun sistem yang lebih baik, agar kita bisa tahu betul di mana lokasi yang benar-benar surplus, dan hal penting lainnya," katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menambahkan pemerintah juga telah menambah luas tanam cabai, bawang merah, dan jagung pada tiga hingga empat bulan sebelumnya.

Menurut dia, upaya menambah luas lahan tanam merupakan salah salah satu bentuk antisipasi dari naiknya permintaan menjelang periode Ramadhan dan Lebaran.

"Studi kami menunjukkan bahwa biasanya ada kenaikan di tiga hari sebelum masuk Ramadhan, seminggu kemudian turun, lalu seminggu sebelum Idul Fitri akan naik lagi," kata Agung.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar ikut menyampaikan komitmen dan keyakinan bahwa pihaknya dapat menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga.

Saat ini, ia menambahkan, pasokan sembilan bahan pokok yang diawasi oleh Bulog tercatat masih mencukupi dalam periode ini. "Itu termasuk tiga tugas utama Bulog. Kami semua akan terus menjaga pangan, khususnya dalam Ramadhan dan Lebaran ini," ujar Bachtiar.

Baca juga: Permudah distribusi barang, Pemerintah bangun tujuh terminal barang di perbatasan
 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2019