Saat ini harga bawang putih sudah turun. Informasinya masih ada pasokan bawang putih impor dari Tiongkok pada akhir Mei, semoga segera turun lagi. Harga standar dan wajar bawang putih di tingkat pedagang antara Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram
Kulon Progo (ANTARA) - Harga bawang putih di tingkat pedagang di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mengalami penurunan dari Rp60.000 per kilogram menjadi Rp38.000 per kilogram.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Wates Anik di Kabupaten Kulon Progo, Selasa, harga bawang putih mulai turun dan normal pada kisaran Rp35.000 sampai Rp40.000.

"Saat ini harga bawang putih sudah turun. Informasinya masih ada pasokan bawang putih impor dari Tiongkok pada akhir Mei, semoga segera turun lagi. Harga standar dan wajar bawang putih di tingkat pedagang antara Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram," kata Anik.

Selain bawang putih, lanjut Anik, harga bawang merah juga mulai berangsur turun. Saat ini, harga bawang merah antara Rp20.000 sampai Rp22.000 dari sebelumnya Rp28.000 sampai Rp30.000 per kilogram.

"Saat harga bawang merah sudah normal. Permintaan juga masih stabil," katanya.

Harga beras di tingkat pedagang juga turun. Beras Delanggu wangi turun Rp1. 000 per kilogram dari Rp11.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Kemudian harga beras kualitas medium berkisar Rp9.000 per kilogram.

Kemudian, harga kacang tanah juga tinggi, yakni Rp24.000 per kilogram, sedang kacang tanah kupas Rp30.000 per kilogram.

"Saat permintaan kacang tanah mulai banyak, kami perkirakan akan semakin banyak pada pertengahan puasa nanti," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Eko Purwanto mengatakan komoditas bawang putih ini memang mengandalkan impor karena dalam negeri tidak mampu memproduksi. Dalam negeri hanya mampu memproduksi bawang merah.

Ia mencontohkan di Kulon Progo memiliki sentra bawang merah di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo. Setiap tahun luas lahannya berkisar 200 hingga 300 hektare.

"Hasil panen langsung dibeli tengkulak dari berbagai daerah," katanya.

 

Pewarta: Sutarmi
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019