Korban likuefaksi shalat id pertama pascabencana di masjid permanen

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Masjid Al Falah Desa Lolu Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Sulteng. (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Ratusan korban gempa dan likuefaksi di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, melaksanakan shalat Idul Ftiri 1440 Hijriah pertama pascabencana di Masjid Al Falah yang telah dibangun kembali.

"Iya, Masjid Al Falah telah dimanfaatkan untuk shalat idul fitri. Ini shalat idul fitri pertama pascabencana," ucap Kurniadin Latjedi, unsur Pemerintah Desa Lolu, Rabu.

Masjid Al Falah rusak berat dan harus dirobohkan saat gempa disertai pergeseran tanah menghantam wilayah Desa Lolu Kecamatan Biromaru 28 September 2018.

Hampir memasuki sembilan bulan pascabencana gempa dan likuefaksi, Masjid Al Falah tidak digunakan untuk ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya, termasuk shalat tarawih dan witir di bulan Ramadhan 2019.

Hal itu karena masjid tersebut dalam tahap pengerjaan, pembenahan dengan target dapat digunakan untuk shalat idul fitri.

Rencana itu berjalan mulus, Rabu ini menjadi sejarah bagi masjid tersebut karena pertama kali digunakan kembali, dan kegiatan keagamaan yang pertama di masjid itu ialah shalat idul fitri 1440 hijriah.

Masyarakat khususnya umat Islam di desa itu, sangat antusias untuk melaksanakan shalat id pertama di masjid tersebut.

Usai shalat, jamaah saling berjabat tangan saling memohon maaf antarsatu dengan yang lain.

Tradisi lain Suku Kaili Ledo di Biromaru di momen idul fitri yaitu ziarah makam keluarga, menyiram dan membacakan doa.

Kemudian, dilanjutkan dengan 'molabe' atau pemanjatan doa di rumah masing-masing. Tradisi molabe oleh Suku Kaili di Lolu, terus di laksanakan secara turun
temurun.


Baca juga: Korban gempa-likuefaksi Sigi gelar pawai takbir sambut Idul Fitri
Baca juga: Pengungsi shalat ied di stadion mini dekat eks-likuefaksi Petobo
 
Masjid Al Falah Desa Lolu Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Tren gadai emas di Medan menurunĀ 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
Copyright © ANTARA 2019