Warga Gorontalo sajikan nasi jaha pada tradisi Lebaran Ketupat

Government sets beginning of fasting on May 6
Seorang warga memasak nasi jaha atau lemang dengan menggunakan bara api di Desa Ombulo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, (Foto : Adiwinata Solihin)
Gorontalo (ANTARA) - Warga di Gorontalo menyajikan makanan khas nasi jaha atau lemang sebagai kuliner khas pada perayaan tradisi Lebaran Ketupat.

Salah seorang warga Desa Ombulo, Kabupaten Gorontalo, Sukri Hadi, Rabu, mengaku memasak 60 kg beras untuk dijadikan nasi jaha yang boleh dinikmati siapa saja yang berkunjung ke rumahnya.

"Nasi jaha ini kami buat khusus untuk melengkapi makanan pada Lebaran Ketupat, untuk isinya ada beras ketan yang menggunakan santan serta bumbu rempah-rempah," ujarnya.

Ia mengaku jika nasi jaha tersebut dihidangkan bagi siapa saja yang mampir ke rumahnya, dan sebagian lainnya telah dipesan untuk dijual.

"Secara tradisi saat lebaran ketupat itu tamu bebas datang ke rumah siapa saja untuk bersilaturahmi, nantinya akan kita suguhkan nasi jaha, bahkan tamu juga bisa membawanya pulang sebagai buah tangan," ungkapnya.

Sementara itu, warga lainnya Apris Abdul Gani mengatakan memasak dan menghidangkan nasi jaga adalah bagian dari tradisi.

"Kami memasak nasi jaha dengan menggunakan beras sebanyak 300 kg yang disediakan bagi tamu yang datang. Nasi jaha biasanya disantap bersama sate daging sapi, ayam dan juga kuah bugis," pungkasnya.

Baca juga: Nasi jaha 10.000 meter masuk rekor MURI
Baca juga: Festival Legu Gam tampilkan nasi jaha 10km
Baca juga: Gorontalo Utara tuan rumah tradisi Lebaran Ketupat
Baca juga: Gebyar Ketupat Pemprov Gorontalo akan dipusatkan di Atinggola

Tradisi Lebaran Ketupat menandai puncak perayaan Idul Fitri di Lombok

Pewarta:
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2019