TNI kerahkan tiga helikopter, cari helikopter Mil-17 hilang

Government sets beginning of fasting on May 6
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candara Dianto. ANTARA/Marius Frisson Yewun/aa
Wamena (ANTARA) - TNI AD berencana mengerahkan dua helikopter pada Senin (1/7) untuk menambah satu helikopter lainnya dan melakukan pencarian satu helikopter Mil Mi-17V5 Pusat Penerbangan TNI AD yang hilang kontak pada Jumat (28/6) di wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letnan Kolonel Infantri Candra Dianto, saat dihubungi dari Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan, masih dilakukan pencarian melalui jalur darat dan udara.

"Kami telah mengerahkan personil melalui darat dan udara. Rencana besok penambahan personel untuk pencarian di darat, termasuk penambahan helikopter. Rencana tiga helikopter yang dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui udara," katanya.

Baca juga: TNI AD kerahkan dua helly bell cari helikopter hilang di Papua

Pencarian berlangsung hingga Minggu sore karena cuaca di Pegunungan Bintang mendukung namun belum ada titik terang keberadaan helikopter itu.

"Pencarian udara dihentikan sekitar 16:00 WIT karena pintu masuk ke Oksibil mulai tertutup kabut sehingga helikopter kita perintahkan untuk kembali," katanya.

Personel yang menyusuri hutan belantara Papua menghentkan pencarian di Gunung Moll dan Gunung Aprrof, Pegunungan Bintang, pada pukul 5:00 WIT karena cuaca berkabut.

Baca juga: Pencarian helikopter diperluas jangkauannya di Lereh dan Airu

"Sementara pasukan darat menghentikan pencarian, mereka bermalam di sana, besok akan dilanjutkan pencarian," katanya.

Dua helikopter yang akan diperbantukan untuk pencarian akan bergeser dari Tanah Merah menuju Oksibil, Pegunungan Bintang dan selanjutnya dilakukan penentuan lokasi penyisiran.

Baca juga: Helikopter Mil Mi-17 diperkirakan berada di punggung Gunung Aprok

Baca juga: Tim SAR sisir Gunung Mol dan Aprok cari helikopter MI 17

TNI AU kirim pesawat dengan kamera pendeteksi panas

Pewarta:
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2019