ANTARA - Ghada Fadel, seorang ibu asal Lebanon, terpaksa merawat bayi kembar prematurnya di sebuah ruang kelas Universitas Lebanon yang dialihfungsikan menjadi tempat pengungsian. Setelah melarikan diri dari serangan udara Israel di Adshit al-Qusayr pada awal Maret lalu, Fadel kini harus berjuang bertahan hidup di tengah keterbatasan susu formula dan kebutuhan pokok bersama jutaan pengungsi lainnya yang terdampak eskalasi konflik di wilayah selatan.
(XINHUA/Rinto A Navis/Rizky Bagus Dhermawan/I Gusti Agung Ayu N)