ANTARA - Pemerintah merumuskan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor Liquid Petroleum Gas (LPG) yang saat ini mencapai 80 persen dari total kebutuhan nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (5/5) mengungkapkan bahwa Compressed Natural Gas (CNG) menjadi alternatif utama untuk menggantikan LPG, termasuk untuk kategori subsidi 3 kilogram.(Azhfar Muhammad Robbani/Irfansyah Naufal Nasution/Rayyan/Ludmila Yusufin Diah Nastiti)