Apalagi di puasa ini nanti diperkirakan banyak pemudik yang menggunakan jalan tol, sehingga stoknya harus kita lebihkan.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan volume impor BBM mengalami kenaikan pada April 2019 untuk mengantisipasi tingginya permintaan jelang Lebaran.

"Volume BBM kita naik untuk menjaga ketahanan stok bulan Ramadhan dan Lebaran," kata Arcandra saat ditemui usai rapat koordinasi di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat.

Arcandra mengatakan volume impor BBM yang mengalami kenaikan adalah produk premium dan RON 92 yang akan didistribusikan untuk kebutuhan transportasi darat.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi dari perubahan perilaku konsumen yang mulai menggunakan jalan darat untuk arus mudik daripada transportasi udara.

"Perilaku konsumen mulai beralih dari angkutan udara ke jalan tol. Apalagi di puasa ini nanti diperkirakan banyak pemudik yang menggunakan jalan tol, sehingga stoknya harus kita lebihkan," ujarnya.

Meski demikian, ia menyakini volume impor BBM akan menurun usai periode Lebaran karena permintaan yang mulai berkurang.

"Kita berharap di bulan depan ada kemungkinan volume impor BBM itu akan turun. Kalau harga, kita tidak bisa prediksi," kata Arcandra.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada April 2019 mengalami defisit 2,5 miliar dolar AS, atau tertinggi sejak 2013.

Defisit neraca perdagangan terjadi karena realisasi impor yang tinggi yaitu mencapai 15,10 miliar dolar AS dibandingkan ekspor 12,6 miliar dolar AS.

Kenaikan tertinggi terjadi di impor migas hingga 46,99 persen seiring dengan tingginya permintaan domestik jelang Lebaran.


Baca juga: BPS katakan migas penyebab turunnya kinerja ekspor Januari 2019
Baca juga: Darmin: Mulai bulan depan Indonesia setop impor avtur dan solar
Baca juga: Darmin: kebijakan B20 turunkan impor migas

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2019