Pengamanan kilang ditingkatkan di malam takbiran

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Panorama kilang Refinery Unit (RU) V di Balikpapan. Di kejauhan tampak batas kilang yang dekat dengan pemukiman penduduk. (ANTARA/Novi Abdi)

Balikpapan, (ANTARA) - Pertamina meningkatkan pengamanan di kilang, terminal bahan bakar minyak (BBM) , dan depot LPG di Balikpapan selama malam takbiran Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Utamanya antara pukul 20.00-24.00 Wita, atau hingga situasi di lapangan dinyatakan kondusif,” kata Manajer Humas Pertamina Kalimantan Heppy Wulansari, Senin.

Pada antara waktu tersebut diperkirakan saat masyarakat ramai membakar petasan dan kembang api untuk memeriahkan malam takbiran menyambut hari raya Idul Fitri.

“Jumlah petugas pengamanan akan ditambah, terutama di pos-pos yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat,” kata Heppy.

Sebelumnya di kawasan yang dekat pemukiman itu sudah dipasang berbagai poster peringatan dan larangan.

Karena sifatnya yang penting sebagai pengolah minyak mentah dan gas menjadi bahan bakar siap pakai, RU V adalah obyek vital nasional. Karena itu juga pengamanannya selain oleh petugas keamanan Pertamina sendiri, juga melibatkan polisi dan TNI.

Petugas pengamanan melakukan patroli darat di sepanjang jalur kawasan yang berpotensi dijadikan tempat bermain petasan atau menyalakan kembang api. Mereka juga mewaspadai pawai atau takbir keliling yang melewati kilang.

Ada juga patroli laut menggunakan speedboat di sepanjang pesisir pantai, dari ujung utara Pelabuhan Semayang, sepanjang jetty RU V hingga area dumping yang sudah dekat pemukiman penduduk Kampung Atas Air.

Menurut Heppy, Pertamina juga berkoordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semayang dan instansi terkait lainnya agar kapal-kapal di perairan Teluk Balikpapan tidak menyalakan lampu suar ke arah kilang.

“Mungkin saja ada yang lupa, ingin memeriahkan suasana malam takbiran dari kapal, eh menembakkan suar,” kata Heppy.

Tembakan suar tersebut bisa memicu sejumlah sensor alarm tanda bahaya yang membuat seluruh kegiatan di kilang terhenti sebagai antisipasi.

“Jadi kami imbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api atau petasan di dekat area Pertamina, karena potensi bahaya sangat tinggi,” kata Heppy.

Fasilitas kilang Refinery Unit (RU) V, dan di dalamnya juga ada Terminal Bahan Bakar Minyak, dan Depot LPG, memang tak terlalu jauh dari pemukiman penduduk. Batas barat laut kilang, misalnya, hanya berjarak lebih kurang 200 meter dari pemukiman padat penduduk Kampung Atas Air.

Di sisi lain, pada malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah ini, turut bersiaga juga Manajemen RU V.

“Manajemen on duty untuk membantu pengawasan kegiatan pengamanan area kilang yang dilaksanakan oleh sekuriti serta jajarannya,” kata Heppy Wulansari.

 

Polda Malut gelar apel pengamanan malam takbiran

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019