Persiapan Lebaran 1.205 bus uji kelaikan

Minggu, 22 Juli 2012 15:10 WIB | Dilihat 2042 Kali
Ilustrasi (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
Bandarlampung (ANTARA News) - Mengantisipasi angkutan lebaran tahun 2012, sebanyak 1.205 unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) mulai menjalankan pemeriksaan uji kelaikan jalan pada 23 Juli.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Albar Hasan di Bandarlampung, Minggu, mengatakan uji kelaikan itu akan dilaksanakan Senin (23/7) di terminal dan pool bus.

"Uji kelaikan itu berlaku untuk 1.205 unit angkutan kota dalam provinsi dan 533 unit angkutan kota antar provinsi (AKAP)," kata Albar Hasan.

Ia menambahkan, setiap kendaraan yang lulus uji kelaikan, akan dipasangkan stiker `angkutan lebaran tahun 2012/1433 H`.

Ada beberapa komponen yang dilakukan tim untuk melakukan pengecekan terhadap bus angkutan lebaran antara lain mengecek surat izin operasional dan mengecek kelaikan teknis kendaraan tersebut.

"Diharapkan H-7 uji kelaikan itu sudah selesai, sehingga saat tibanya arus lebaran, bus-bus tersebut dapat beroperasi sebagaimana mestinya," ujarnya.

Uji kelaikan tersebut penting dilakukan, untuk mengantisipasi angka kecelakaan yang disebabkan karena kerusakan kendaraan pengangkut arus penumpang lebaran.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoesa meminta daerah agar mempersiapkan secara matang angkutan lebaran, guna mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas.

Antisipasi dilakukan, agar tidak menimbulkan hambatan lalu lintas pada beberapa ruas jalan selama angkutan mudik dan balik lebaran 2012, kata Suroyo Alimoesa dalam pemaparannya pada hari pertama pertemuan pembinaan penyelenggaraan angkutan umum.

Beberapa hal penting yang harus mendapat perhatian dan ditindaklanjuti pemerintah daerah sebagai kesiapan angkutan lebaran mendatang.

Langkah yang utama, melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan orang dan barang, baik di terminal penumpang, terminal barang maupun pada unit pengujian kendaraan bermotor dan unit pelaksana penimbangan.

Selain itu, perlu pemeriksaan kondisi prasarana jalan dan menentukan jalur alternatif jika terjadi hambatan lalu lintas saat angkutan lebaran, serta memprioritaskan kelancaran arus barang dan orang, bahkan menambah armada apabila diperlukan.

Selanjutnya, berkoordinasi dengan berbagai instansi demi kelancaran arus barang dan orang serta perlu menyiapkan jalur distribusi kalau terjadi bencana tanah longsor dan bencana alam lainnya.
(ANT-316)