Bayar Zakat Di Awal

Kamis, 19 Juli 2012 13:47 WIB | Dilihat 2351 Kali
MALANG, 11/9 - BERAS ZAKAT. Seorang pembeli melihat beras zakat yang dijual Rp. 13.000 hingga 15 ribu rupiah di jalan Hasyim Azhari, Malang, Jawa Timur, Jumat (11/9). Menjelang lebaran, penjualan beras zakat yang dikemas dengan ukuran 2,5 kilogram tersebut semakin ramai. Foto ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ed/pd/09. (ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO)
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya mau bertanya:
  1. Bila saya membeli emas pada tahun ini, kemudian saya langsung bayarkan zakat hartanya apakah boleh? karena kekhawatiran saya bila harus menunggu 1 tahun, tahun depan jumlahnya akan besar dan budget saya tidak cukup untuk membayarnya.
  2. Bolehkah zakat harta kita cicil? Adakah batasan waktunya?
  3. Bila saya masih punya beban hutang/cicilan, apakah saya tetap harus berzakat? Bukankah orang yang terlilit/punya hutang adalah salah satu kelompok yang berhak menerima zakat? Terima kasih atas pencerahannya. 
Wassalamu `alaikum Wr. Wb.



Assalamu alaikum wr. wb.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa zakat emas baru wajib dikeluarkan kalau sudah mencapai nishab dan haul. Maksudnya kalau sudah mencapai 85 gram emas dan sudah dimiliki selama setahun.

Namun kalau kurang dari itu, maka tidak ada kewajiban untuk mengeluarkan zakatnya. Selanjutnya jika emas sudah mencapai nishab dan haul maka hendaknya ia langsung dibayarkan segera. Itu yang lebih utama.

Sementara kalau dibayarkan lebih awal sebelum tiba waktunya, maka hukumnya boleh. Namun demikian sebaiknya tetap dibayarkan ketika sudah mencapai haul kecuali jika dalam kondisi-kondisi tertentu yang mendesak (misalnya dalam keadaan masyarakat kelaparan, atau sangat membutuhkan).

Bolehnya membayar zakat di awal, sebelum tiba waktunya adalah didasarkan pada riwayat dari Ali ra bahwa al-Abbas ra bertanya kepada Nabi saw tentang boleh tidaknya membayar zakat di awal sebelum tiba waktunya. Ternyata Rasulullah saw membolehkan.

Pendapat ini dianut oleh Hasan al-Bashri, Said ibn Jubeyr, kalangan Hanafi, Syafii, dan Hambali. Lalu pembayaran zakat pada dasarnya harus dibayar secara kontan; tidak dicicil, kecuali jika memang akan menimbulkan bahaya atau dampak buruk dan kecuali jika ada kepentingan mendesak.

Terakhir, seperti disebutkan di awal bahwa zakat dikeluarkan jika memang mencapai nishab setelah dikurangi hutang dan beban kewajiban lain. Sehingga kalau hutang jatuh tempo demikian besar di mana kalau dibayarkan hartanya tidak mencapai nishab, maka tidak wajib membayar zakat.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.

Konsultasi ini merupakan kerjasama ANTARA News dan Syariahonline.com