16 titik ruas jalan Sumbar rawan longsor

Kamis, 26 Juli 2012 04:28 WIB | Dilihat 3046 Kali
Ilustrasi. Pemerintah Sumatera Barat menyiagakan alat berat di daerah tersebut untuk mengantisipasi bencana longsor. (FOTO ANTARA/Sumbar/arif Pribadi)
Padang (ANTARA News) - Sedikitnya 16 titik ruas jalan nasional dan provinsi di Sumatera Barat rawan terjadi bencana tanah longsor sehingga patut diwaspadai masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran 1433 hijriah.

"Langkah antisipasi untuk kelancaran arus transportasi jalur darat pada titik rawan longsor itu, kami sudah disiagakan alat berat masing-masing dua unit," kata Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Sumbar Suprapto di Padang, Kamis.

Ia menjelaskan, penempatan alat berat pada ruas jalan rawan bencana longsor itu, sebagian telah dimulai sejak sekarang melihat situasi cuaca yang sering turun hujan.

Namun pengerahan seluruhnya ke titik rawan tersebut, batas akhirnya pada H-7 tujuh dan tetap siaga sampai H+7 lebaran nanti, sedangkan petugas yang diterjunkan melalui sistem giliran.

Menurut dia, pentingnya alat berat disiagakan di titik ruas jalan rawan longsor tersebut agar lebih cepat penanganan membuang material yang menimbun badan jalan.

Jadi, arus kendaraan masyarakat yang mudik dan balik tidak lama terganggu dan dapat mencegah antrean panjang jika bencana tanah longsor terjadi.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat atau perantau Sumbar yang mudik saat lebaran nanti, tetap waspada melintasi ruas jalan titik di rawan itu, terutama saat curah hujan tinggi.

Ruas jalan nasional Sumbar yang rawan terjadi bencana tanah longsor itu meliputi rute Padang-Lubuh Selasih, Kabupaten Solok dan Danau Kembar-Muaro Labuh.

Selanjutnya kawasan Litter W di Kabupaten Solok Selatan, rute Padang-Painan Kabupaten Pesisir Selatan, serta rute Painan-Batang Kapeh, Tapan-Kerinci Jambi. Kemudian Sungai Lasi Solok-Muarokalaban Sawahlunto dan kawasan Tanjung Gadang Sijunjung, kawasan Lembah Anai. Rute Bukittinggi-Sipisang Palupuh Agam.

Berikutnya rute Sicincin Padang Pariaman-Malalak Agama yang merupakan jalur alternatif Padang-Bukittinggi. Rute Lubuk Basung-Maninjau, Matur-Palembayan Kabupaten Agam. Selain itu, Talu-Panti, Rao Kabupaten Pasaman sampai perbatasan Muaro Sipongi, Sumatera Utara dan Payakumbuh hingga batas Riau.

Suprapto juga mengatakan, selama arus mudik dan balik lebaran nanti jalur di Sitinjau Laut (Padang-Solok) diberlakukan sistem buka tutup, karena proses pengerjaan tetap berlanjut.

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian PU, rencana kerja program Provinsi Sumatera Barat tahun anggaran 2012, ruas jalan Padang-Lubuh Selasih memiliki dua program yaitu pembangunan atau peningkatan jalan yaitu mulai dari ruas jalur Bkt.Putus - Lubuh Selasih, kemudian program pemeliharaan berkala yaitu ruas jalur Kota Padang - Bkt. Putus.

Sedangkan untuk rute Padang-Kabupaten Pesisir-batas Provinsi Bengkulu, merupakan program peningkatan atau pembangunan jalan yang dimulai dari Kota Padang sampai batas Bengkulu yang menggunakan dana APBN total lebih dari Rp106 miliar.

(KR-SA/E005)