Pesanan batik tulis Pamekasan meningkat jelang Lebaran

Rabu, 01 Agustus 2012 21:53 WIB | Dilihat 4901 Kali
Ilustrasi. Batik tulis. (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)

Pamekasan (ANTARA News) - Pesanan batik tulis di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meningkat 30 persen mendekati Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah.

Sekretaris Asosiasi Perajin Batik Tulis dan Bordir Pamekasan Ahmadi, Rabu, menjelaskan, sebagian perajin batik di Pamekasan telah menolak pesanan batik tulis sejak 15 Juli 2012.

"Pesanan batik tulis yang hingga kini masih berlangsung kebanyakan yang akan digunakan untuk parsel. Kalau batik tulis untuk pakaian sendiri, sudah tutup," kata Ahmadi.

Pada hari-hari normal, pesanan batik tulis sekitar 5.000 lembar, per bulan. Akan tetapi khusus Ramadan kali ini mencapai 8.000 lembar.

Meningkatnya pesanan batik tulis ini juga berpengaruh pada serapan tenaga kerja perajin batik di Pamekasan.

Achmadi menuturkan, serapan tenaga kerja juga mengalami peningkatan sekitar 30 persen dari sebanyak 400 pekerja pada hari-hari biasanya, kini mencapai 600 orang.

Hal ini terjadi, karena batik tulis berbeda dengan batik cetak atau printing. Sehingga, semakin banyak pesanan, juga akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap.

"Kalau batik printing ataupun batik cat kan tidak terlalu membutuhkan banyak tenaga kerja," ucap Ahmadi.

Pria asal Desa Klampar, Kecamatan Proppo ini lebih lanjut menuturkan, jenis batik yang banyak diminati pasar saat ini adalah motif batik klasik.

Jenis motif batik ini lebih banyak diminasi pembeli dibanding motif batik kontemporer yang kini juga dikembangkan oleh sebagian perajin batik tulis di Pamekasan.

"Motif batik `bhere dhumpa` (beras tumpah) paling diminati pembeli," terang Ahmadi.

(KR-ZIZ/N002)